Saturday, May 19, 2018

Landing Gear Retract saat pesawat di Ground?

Saya pernah terpikir, apakah L/G bisa retract saat di Ground? kalo dipikir2 pasti ga mungkin, trus safety devices apa yang ada untuk menghindari kasus tsb?
Mari kita lihat jawabannya.

diground bisa saja landing gear retract dan extention dengan aircrap jacking. dimana posisi pesawat dibuat air mode dengan menggunakn jack pada titik jacking. dalam hal ini dilakkan, untuk suatu pengecekan atau operational test dari suatu system setelah maintenance.

pastinya, jika pesawat dalam mode air mode butuh pengawasan dari engineer yang sudah pengalaman ya gaes. karena termasuk critical item. hindari becandaan dan fokus pada kerjaan.

Before Departure / Sebelum Pesawat Berangkat

BD atau Before Departure adalah istilah dalam maintenance pesawat ketika pesawat akan berangkat setelah RON (Remain Over Night) lebih dari 4 jam pesawat berada dalam ground time. Sehingga dalam kondisi BD Check dipastikan pesawat dalam kondisi safety dan airwhorty.

Ketika pesawat last flight maka akan keluar schedule maintenance yang dikeluarkan oleh maintenance control center, pengerjaan maintenance dan sekaligus mencari LDMA (Leak, Dent, Missing Part and Abnormal). Dalam hal ini, making decision dari Release man atau certifying Staff sangat penting untuk menentukan pesawat layak terbang dan aman berdasarkan referensi AMM.

Sekali lagi, dalam BD check dipastikan lagi apa pesawat dalam kondisi aman dan layak terbang yang biasanya dilakukan check oleh mekanik, jika aman, bisa pre flight briefing kepada captain berdasarkan maintenance, HIL dan finding yang ditemukan. diskusi sama captain sangat penting agar informasi tentang kondisi pesawat tersampaikan dengan jelas.

Dan pastikan REMOVE GROUND LOCK AND SLEEVE BEFORE FLIGHT AND AIRCRAFT STATUS IS NORMAL.

Tuesday, May 15, 2018

Pesawat Transit di Bandara? Ini yang dilakukan Engineer

Transit Check istilah yang mungkin umum bagi sebagian orang. ya, bagi yang sering berpergian dengan pesawat, istilah transit mungkin berarti singgah dalam bandara untuk terbang kembali.

Anggapan tersebut juga tidak keliru,bahwa transit check merupakan minor maintenance yang dilakukan ketika pesawat landing di suatu bandara dan akan melakukan flight berikutnya. Artinya maintenance ini hana dilakukan saat pesawat akan terbang lagi, sehingga ground time hanya beberapa menit sekitar 30 menit,

Transit check dibagi menjadi 3 bagian.
1. Pre flight
2. Flight
3. Post Flight

Di Pre Flight, pesawat akan dicheck lewat airman. lihat HIL (Hold item list) yaitu item pesawat yang bisa dihold untuk go flight. check kondisi parkir stand terdiri dari wheel chock, fire extinguiser, safety cone.

Flight dilakukan saat pesawat onchock, walk around check untuk memastikan pesawat tidak ada LDMA, refuelling serta pastikan AML 'NORMAL' dan captain tidak complain.

Post Flight, dengan input SWIFT dan pastikan area stand clear setelah pesawat meniggalkan stand.

Dan jangan lupa lambaikan tangan ke captain dan penumpang tanda pesawat clear dan aman.

ADTH (ARRIVAL DEPARTURE TECHNICAL HANDLING) PENANGANAN TEKNIK UNTUK KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN PESAWAT TERBANG

ADTH (ARRIVAL Departure Technical Handling)

adalah penanganan secara teknik untuk kedatangan dan keberangkatan pesawat terbang. ADTH dikerjakan untuk minor schedule meliputi Transit Check dan BD (Before Schedule) Check.


ADTH terdiri dari 3 handling phase yaitu : pre-handling, handling dan post-handling. Berikut dijelaskan masing-masing handling phase :

1. Pre-Handling

Dilakukan sebelum pesawat datang.  beberapa form dokumen yang dipersiapkan meliputi : menyiapkan ADTH sheet, inspection sheet, CWO (Customer Work Order), dan Fuel Order Form. 
Pastikan juga melihat MainTavi (Maintenance and Advisement) yaitu mengetahui kondisi pesawat dari station sebelumnya. 
Setelah dokumen lengkap dan juga tahu kondisi pesawat, bergegas menuju parking stand pesawat akan parkir. datang 15 menit sebelum pesawat sampai dan pastikan beberapa hal teknis, yaitu :
- pastikan parking stand kosong dan bersih dari FO (Foreign Object)
- check available dari firex
- pastikan terdapat min 4 untuk Airbus A320 safety cone dan min 6 untuk wheel chock untuk safety cone
- adanya marshaller dan wing man.

2. Handling
Saat pesawat mulai parking yang mengikuti instrksi marshaller, pastikan lampu navigasi, taxi dan runway turn-off menyala. setelah pesawat berhenti, wingman memasang wheel chock di setiap nose wheel bagian belakang, tancapkan headset ke flight interphone. Komunikasikan ke PIC bahwa wheel chock in position and release brake.
Perform WAC untuk melihat kondisi fisik pesawat. dalam WAC kita pastikan LDMA (Leak Dent Missing Part and Abnormal). Jika menemukan finding, laporkan ke engineer untuk meminta rectification dari finding tsb.
Perform briefing ke pilot untuk meminta info tentang pesawat selama penerbangan.
Perform refuelling sesuai dengan fuel order.
Pastikan bagasi dan cargo selesai, dan semua door close and flush, confirm ke PIC untuk siap pushback.
Selesai pushback pastikan headset dilepas dan panel tertutup dan juga nose wheel pin bypass steering juga terlepas. Berikan greeting ke PIC bahwa headset dan pin tsb telah terlepas.

3. Post-Handling
Setelah pesawat terbang mulai taxi, penanganan yang dilakukan meliputi mengisi ADTH sheet, mengirim Maintavi, mengisi Swift, membuat TTDR jika terjadi delay dan report MCC by phone jika terjadi  abnormal.

Sekian tentang ADTH secara general, untuk lebih tepat dan jelasnya baca AMM dan CMM dari perusahaan terbaik. Hanya untuk pengetahuan saja.
ADTH sendiri dilakukan oleh orang yang sudah training ADTH oleh perusahaan terkait untuk handling pesawat.

Sekian, selamat belajar. :)

Landing Gear Retract saat pesawat di Ground?

Saya pernah terpikir, apakah L/G bisa retract saat di Ground? kalo dipikir2 pasti ga mungkin, trus safety devices apa yang ada untuk menghin...